Aria Wiratma Yudhistira: Dilarang Gondrong Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970 an



Jadi korbanAtas nama peristiwa kelabu di atas saya kira buku ini berhasil menampilkan sebuah kajian sejarah dilihat dari sesuatu yang tidak serius Coba bayangkan bagaimana sebuah stabilitas negara bisa terganggu hanya karena rambut gondrong Saya jadi ingat di tahun 80 an yang menjadi musuh penguasa tidak lagi orang yang berambut gondrong tetapi orang yang bertatto Tahun tahun itu negeri ini sedang geger besar Mayat mayat ditemukan di sembarang tempat Dengan lubang peluru yang memenuhi tubuh yang penuh tatto Kita ingat peristiwa petrus yang berasal dari dua kata penembak dan misterius Disinyalir pembunuhan itu merupakan pembunuhan sistematis oleh negara terhadap preman atau yang di tuduh preman Dilarang Gondrong karya Aria Wiratma Yudhistira merupakan buku penutup tahun yang sangat berkesan buat saya Karya ini mencoba menguraikan fenomena pelarangan rambut gondrong yang terjadi di tahun 1970an Wiratma melakukannya dengan menelusuri berita berita di surat kabar lalu menginterpretasikannya sesuai dengan konteks yang ada Menurut Wiratma di pendahuluan karya ini ingin mengetahui bagaimana kekuasaan dipraktikan Bagian menarik dari buku ini terletak pada interpretasi kondisi sosial politiknya Ada dua yang begitu membekas di pikiran saya Pertama mengenai bagaimana orde baru menghegemoni pemaknaan dan pemahaman terhadap apapun Bahkan untuk urusan yang mestinya tidak dihubungkan dengan masalah kenegaraan dan adat kesopanan Kedua mengenai hubungan generasi tua dan muda melalui perang wacana Buku ini dibuka dengan pembahasan sejarah orde baru beserta karakter budaya politiknya Ternyata peraturan pelarangan rambut gondrong ini merupakan fragmen kecil dari proyek depolitisasi besar besaran yang hendak dilaksanakan oleh orba Poinnya adalah menghancurkan pengaruh orde lama dan menghapuskan peninggalan Soekarno Mengganti politik sebagai panglima menjadi konomi menjadi panglima Mengganti hiruk pikuk The Management Bible eksperimen demokrasi liberal terpimpin ala Soekarno menjadi stabilitas dan pembangunan teknokratis ala orba Menjauhkan masyarakat dari kegiatan politik kepartaian Memperkenalkan konsep massa mengambang Efeknya masyarakat hanya boleh menyalurkan aspirasi politiknya selama lima tahun sekali Padahal Soekarno menganggap pembangunan di bidang politik lebih penting daripada pembangunan di bidang lainnya dan malah mengaharapkan masyarakatnya berpolitik Membangun kembalikonomi pasca inflasi besar besaran di tahun 1960an memang penting Namun memberangus segala infrastruktur politik yang sudah dibangun Soekarno merupakan hal yang begitu merugikan Efeknya terasa sampai sekarang Partisipasi politik direduksi besaran menjadi hanya sekadar pemilu Zu schnell elektoral Keengganan masyarakat untuk membicarakan hal hal yang berbau politik Partai politik yang tidak melakukan pendidikan politik Partai politik tanpa ideologi yang konsisiten Banyak Semakin dipikirkan semakin membuat lesu Orba mungkin sudah tiada Namun gemanya masih begitu terasa sampai sekarang Mengenai hubungan generasi tua dan muda saya hanya tertegun bahwa apa yang terjadi saat ini merupakan pengulangan dari yang dulu dulu Ada beberapa contoh Messiah complex generasi tua yang ingin menyelamatkan akhlak generasi mudanya narasi generasi muda harapan bangsa yang ironisnya digunakan baru di orde baru untuk memuluskan pembangunan kekhawatiran generasi tua terhadap generasi muda yang dipengaruhi budaya asing dll Saya melihat banyak sekali sentimen generasi tua saat ini yang senada dengan generasi tua tahun 70 80an Jadi teringat kata Pram sejarah Indonesia itu sejarah angkatan muda Angkatan tua jadi beban Entah kenapa meski saya sudah menduga hal itu tetap saja kok rasanya kaget juga dan tentu takut karena kita semua pada akhirnya akan menjadi tua juga Awal mula tertarik buku ini karena sblmnya saya sempat debat heboh dengan om abangnya ibu saya yg nganggap orang gondrong itu bukan orang baik baik Saya yang tidak setuju dengan stereotipe begitu dimana penampilan seseorang terutama rambut tidak memengaruhi sifat baik buruk seseorang ya langsung terpesona dgn judul buku ini Langsung saya melahap habis isinya dalam hitungan hari sambil senyum senyum sendiri merasa menangSekarang buku ini sudah saya hadiahkan ke si om yang tetep kekeuh dengan pendiriannya Hm Yasudahlah Judul Dilarang GondrongPenulis Aria Wiratma YudhistiraPenerbit Marjin KiriMasa Orde Baru adalahra dimana Indonesia diibaratkan atau dipaksakan menjadi sebuah keluarga Ada Bapak Ibu dan Anak Eh tapi masih ada satu peran lagi yang teramat spesial yaitu Bapak Besar Kalau pada umumnya peran Bapak adalah peran tertinggi di keluarga di masa Orde Baru ini peran Bapak justru mengambil posisi di bawah si Bapak Besar yan. Pelarangan rambut gondrong tahun 60 an dan 70 an bukan hanya soal perbedaan persepsi tua versus muda militer versus sipil laki laki versus perempuan tetapi menyangkut pula masalah praktik kekuasaan dan simbol perlawanan terhadap kekuasaan tersebut Mengapa penjahat yang ditangkap aparat keamanan kepalanya digunduli Apakah ada anasir subversi bersembunyi di bawah rambut itu Pada Sleepless (Bird of Stone, era ’70 an biasanya perampok diberitakan berambut gondrong tetapi sebaliknyara ’90 an penculik para aktivis dikabarkan berambut cepak Buku ini mengawali diskusi tentang kuasa terhadap tubuh pria Wacana yang patut didorong Asvi Warman Adam sejarawan LI.

Just like people burns books since the arly civilisations government and institutions can make something like long haired men a national threat Sounds silly but this is a serious case and the author tried to figure it out We re very fortunate he shared his researches with us Saya jarang membaca buku non fiksi terutama sejarah Namun Dilarang Gondrong cukup mampu membuat saya ingin cepat merampungkan keseluruhan pembahasan di dalamnya Melalui kacamata pembaca awam saya merasa penulis mampu merunut problematika Orde Baru sejak awal terbentuknya dan wacana wacana yang muncul selama masa itu berlangsung termasuk larangan rambut gondrong Terasa konyol dan sesekali saya tertawa geli karena perkara yang masuk dalam ranah yang menurut saya subjektif dan sangat personal tergantung pada selera bisa jadi persoalan nasional bahkan dianggap sebagai salah satu pemicu peristiwa Malari Atas nama mempertahankan hegemoni penampilan pun dinilai harus dibatasi bahkan direpresi Saya masih ingat saat SMP dan SMA sekolah melarang siswa lelaki berambut gondrong Bagi siswa lelaki yang kedapatan rambutnya melewati cuping telinga maka ia harus berhadapan dengan gunting wakasek Setelah upacara bendera hari senin atau mendadak saat panggilan jiwa beliau sebagai tukang cukur memanggil maka mereka mereka yang sedang sial akan dibariskan di bawah pohon sebelah mushola Pak wakasek kemudian menggunting rambut mereka setengah jadi satu persatu Lalu potongan rambut diberikan pada masing masing anak untuk mereka kantongi Saya menganggap kebijakan tersebut sebagai hal yang normal Anak anak yang masih mengenakan seragam harus mengikuti tata aturan dan perilaku yang seragam pula Bagi saya saat itu menggondrong adalah kemewahan setelah sekolah Lantas selama kuliah saya tidak menggunting rambut kecuali jika pengeluaran shampo sudah boros atau kepala mulai gerah Dilarang Gondrong membuka catatan pinggir tentang fek dari kekuasaan yang timpang Disebut catatan pinggir karena isu ini luput dari pengamatan atau dianggap bukan soal besar untuk dibicarakan Yudhistira memberi pernyataan yang tegas bahwa pelarangan gondrong merupakan bentuk kesewenang wenangan yang absurd Jika selera dapat dijadikan landasan untuk dipresekusi walaupun hanya dengan gunting dan sangsi sosial maka hukum dapat dibengkokan sedemikian rupa Secara runut Yudhistira mulai dengan menjelaskan apa yang dimaksud sebagai pemuda anak muda remaja dan korelasi mereka terhadap paparan budaya populer barat Generasi muda orde baru yang tanpa musuh tumbuh dalam situasi zaman yang acuh Remaja anak muda di kota adalah individu dengan privilise berlebih sehingga dapat mengutarakan gaya hidup pilihannya Gaya zaman berbeda yang diserap oleh remaja lantas menjadi kambing hitam bagi para orang tua di kota Dengan mudah para orang tua menandai rambut gondrong sebagai lambang pemberontakan terhadap nilai nilai lama Normalisasi terhadap stigma rambut gondrong dimulai dari pemberitaan negatif berupa stereotip kriminal berambut panjang Kemudian muncul tim khusus yang mengatur paksa pengguntingan rambut gondrong di jalan Hingga akhirnya indikasi tirani semacam ini menjadi katalis pertikaian sengit antara militer dengan sipil yang berjalan selama beberapa tahun yang berujung di peristiwa Malari Agak sulit untuk melihat hubungan langsung antara larangan gondrong dengan praktik kekuasaan Namun Yudhistira telah memaparkan sumber pemberitaan secara cermat serta imbas yang mengikuti praktik tersebut kata kata Love at the first sight saya alami pada buku ini bagaimana tidak kombinasi warna dan komposisi covernya begitu sempurna subjektif ditambah lagi judul yang provokatif dan tidak biasaYang membuat saya lebih tertarik tentu saja subjek yang ditulis disini masa Orba dan pergolakan di dalamnya jujur saja walaupun saya cukup suka sejarah namun sangat lah sulit untuk mengingat hal2 yang pernah saya baca jangankan pelajaran nama orang pun rasanya suliiit tapi dalam buku ini semuanya ditulis begitu menarik dengan gaya bahasa yang nak dibaca dengan bonus sumber2 yang lengkap dan relevan membuat saya tak terbebani ketika mengingat isi buku ini mungkin karena awalnya tulisan ini adalah untuk skripsi urutan penulisannya begitu runut dan sistematis jangan salahkan saya bila saya memberi bintang lima karena bintang toedjoe sudah menjadi nama obat sakit kepala Foucault pernah berujar bahwa wacana sangat berhubungan rat dengan kekuasaan dan melalui buku ini penulisnya mencoba untuk menguji tesis tersebut Dan benar dalam buku ini pertautan antara wacana yang dipertarungkan antara dua kelas sosial yang saling bertentangan menjadi kian terang relevansi nya dengan praktik kekuasaan Intinya wacana adalah. Pada awal berdirinya Orde Baru musuh besar penguasa ternyata bukan hanya komunisme melainkan rambut gondrongPersoalan yang sepertinya sepele ini ternyata menyita perhatian khusus penguasa Petinggi militer mengeluarkan radiogram pelarangan rambut gondrong bahkan Pangkopkamtib bicara mengenainya di TVRI Instansi publik menolak melayani orang orang berambut gondrong Pelajar mahasiswa artis dan pesepak bola dilarang gondrong Razia dan denda digelar di jalan jalan melibatkan anggota pasukan teritorial bersenjatakan gunting bahkan pernah dibentuk Bakoperagon Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut GondrongPertanyaannya adalah mengapa Meng.

Summary Dilarang Gondrong Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970 an

Epub Download Dilarang Gondrong Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970 an – cafe1919.org

PanglimaSelain itu yang menarik dari buku ini adalah kegemaran mengurusi hal hal remeh temeh yang memang sudah menjadi tabiat para pembesar negeri ini Sekarang para pembesar sibuk bervakansi kesana kemari sekaligus abai pada persoalan yang lebih urgen seperti korupsi pelanggaran ham dan intoleransi Serta buku ini juga menunjukkan bagaimana para Mengantarkan pembaca ke masa di saat mahasiswa dilarang gondrongKetika di awal awal tahun aku pengen baca buku bertema politik Terus kemudian kepengen baca literatur humor Tiba tiba tanpa ada sengaja Dilarang Gondrong dan Chicago Chicago yang masuk daftar baca saya Bacaan sejarah Terkait Chicago Chicago sendiri Boleh dibilang ini kayak hidden gem buat saya Pas beli itu nggak ada feeling bagus isinya Cuman insting Beli deh di Dema Sekalian gitu sama yang lain Tapi pas dibaca Skip pendahuluan Buku yang terbit pertama kali di tahun 2006 itu nyeritain pengalaman hidup meski ngga semua yah sang romo Baskara T Wardaya nama panggilannya Bask di masa studi beliau yang studi ilmu sejarah di Amrik Di sana dia cerita gimana sampai ke Mexico jadi anak angkat temen kampusnya yang cantik belajar ilmu kehidupan dari tradisi latar belakang orang Caun wawancara Pram Blak blakan PARAH Khusus bagian ini baru aja baca sampai disini seru banget Dan kerasa saya harus membaca buku beliau yang lain yang berjudul Membangun Republik Isinya tentang wawancara wawancara beliau dengan para indonesianis dan orang orang keren ikhwal ke Indonesiaan Wishlist berikut pokoknya Sampai dalam hati kapan kapan musti ketemua bapaknya kalau ada waktu ngobrol nanya pak gimana pandangan bapak soal Indonesia jaman NOWKembali ke buku ini yah Mala ngelantur Tapi memang bukunya bagus sih Lagi dibacaSatu hal yang menarik dari buku ini adalah cover Sampulnya keren nggak sihDua pemuda dengan style jaman doeloe Isinya ngebahas tentang periode anak muda dilarang berambut panjang Karya ilmiah Aria Wiratma ini nggak kerasa kayak bacaan ilmiah Serius Tahu nggak Invisible (The Curse of Avalon entah naskahnya udah dirapiin samaditor atau memang dirombak ulang oleh si penulis Buku ini pas dibaca Serasa lagi ngobrol sama si penulis yang lagi cerita good old days masa masa Soekarno turun Soeharto naik dan keutuhan keluarga besar Indonesia mulai digoncang dengan konflik keluargaLewat buku ini pribadi aku jadi tahu gimana sih sejarahnya pergerakan pemuda mahasiswa yang memang dekat sekali dengan dunia politik Dahulu semua perpolitikan dan arah kemajuan bangsa dimulai dan diaktori oleh anak muda PEMUDA Saat ini Ok lah masing masing punya beban dan perjuangan yang berbedaSekarang mengisi kemerdekaan bukan lagi dengan perang urat tarik tarikan ideologi namun memiliki aspek yang berbeda Aku rasa benar benar beda Sekarang dunia sosmed Yummy Supper era digital membuat semuanya jadi lebih bedaCoba sekarang lihat pendiri tokopedia gojek bukalapak danfisheryBuku ini meski kerasa tipis banget memberikan insight bagi pembaca muda seperti saya yang nggak sama sekali tahu gimana kehidupan ra 70an Mendung kelabu memeluk Bandung hari itu Pada 6 Oktober 1970 Rene Louis Conrad mahasiswa lektro ITB tewas tertembus timah panas akibat sebuah peristiwa yang seharusnya menyenangkan dan menyehatkan sepakbola Yang membuat menyedihkan Rene Louis Conrad sebetulnya sama sekali tidak terlibat dalam pertandingan sepakbola itu ataupun menyaksikannya Ia hanya kebetulan berkeliling kampus dengan sepeda motor Harley Davidson nya sambil pamer Kebetulan ketika terjadi keributan Rene lewat di depan kampus dan ia ditembak hingga tewas Mayatnya dibuang ke atas kendaraan polisi begitu saja lalu ditaruh di gudang Menurut sebagian pihak andaikan Rene segera dibawa ke dokter kemungkinan ia tidak harus matiKisah Rene ini menjadi titik klimaks akibat sebuah larangan yang menggelikan rambut gondrong Ya Menjelang tragedi penembakan Rene pihak kepolisian Bandung melakukan razia besar besaran terhadap mahasiswa yang berambut gondrong Banyak mahasiswa dan pemuda yang ditangkapi di jalan jalan lalu digunduli Hal ini menimbulkan ketegangan antara mahasiswa dan polisiUntuk meredakan kondisi itu diadakanlah pertandingan sepakbola antara pihak AKABRI Kepolisian dengan mahasiswa ITB Namun kesempatan ini digunakan oleh sebagian mahasiswa untuk melampiaskan rasa kesalnya terhadap polisi Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi lain seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Parahyangan pun datang menyaksikan pertandingan itu Sebagian lagi membawa gunting dan mengejek Deep Listening ejek pihak polisi meminta supaya digunduli Hal ini membangkitkan keberangan di pihak taruna kepolisian sebagian malah mengeluarkan pistol Terjadilah perkelahian massal itu Dan akhirnya Rene yang sedang asik mengendarai Harley nya men. Apa Orde Baru begitu cemas akan rambut gondrongDengan apik sejarawan muda Aria Wiratma menelusuri kembalipisode menggelikan sekaligus mengenaskan dalam sejarah Indonesia ini awal dari sikap paranoid rezim yang selalu melihat rakyatnya sendiri sebagai ancaman Kisah memikat tentang munculnya anak muda sebagai kategori politik dan budaya di masa Orde Baru Mengambil tema gaya hidup yang sepenuhnya diabaikan dalam studi sejarah konvensional di Indonesia studi yang orisinal ini sanggup mengupas kontradiksi dalam politik anti politik Orde Baru Terobosan penting dalam studi sejarah sosial Hilmar Farid Institut Sejarah Sosial Indonesia.